loading...

Zikir Pagi dan Petang Bagian I

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
kumpulan doa dan zikir pagi petang


Assalamualaikum Wr. Wb

Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk selalu mengingat Tuhan Subhanahuwataala. Salah satu caranya dapat kita wujudkan dengan membaca zikir pagi dan petang.

Ada pun bacaannya terdiri dari:

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه dia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Tuhan dari mulai shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih saya sukai dari memerdekakan empat orang budak dari anak Isma’il. Dan saya duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Tuhan dari mulai shalat ‘Ashar hingga terbenam matahari lebih saya cintai dari memerdekakan empat orang budak.'” (HR. Abu Dawud)

Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ ﴿﴾اللّٰهُ الصَّمَدُ﴿﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ﴿﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Tuhan ialah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ﴿﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ﴿﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ﴿﴾  وَمِن شَرِّ النَّفّٰثَاتِ فِي الْعُقَدِ﴿﴾  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ﴿﴾

“Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku 
berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)(Dibaca 3 x)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ﴿﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿﴾إِلَهِ النَّاسِ ﴿﴾مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ﴿﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ﴿﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ﴿﴾

“Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali dikala pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. HR. Abu Daud Tirmidzi 

Membaca ayat Kursi

اللهُ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُه’ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَه’ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَه’ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُه’ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup awet lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Tuhan meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

  اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
Artinya:
“Ya Allah, bekerjsama saya memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, bekerjsama saya memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah saya dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah saya dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, semoga saya tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau karam dalam bumi dan lain-lain yang membuat saya jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi sumbangan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari banyak sekali macam gangguan yang datang dari banyak sekali arah.

Faedah: Siapa yang membacanya dikala petang, maka dia akan dilindungi (oleh Tuhan dari banyak sekali gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya dikala pagi, maka dia akan dilindungi hingga petang.

Pagi
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، لاَ إِلٰـهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Sore
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

 

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi (sore)dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Tuhan semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Tuhan kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, saya mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, saya berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, saya berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Meminta pada Tuhan kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga semoga terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula usul semoga terhindar dari rasa malas padahal bisa untuk beramal, juga semoga terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi usul semoga terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari simpulan zaman kelak.(H.R Muslim, Abu Dawud, atTirmidzi, lafadz sesuai riwayat atTirmidzi).

اَللّٰهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya:

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)
Jika sore hari membaca:
اللّٰهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا ‎وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا ‎وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ‏‎ ‎الْمَصِيْرُ
Allăhumma bika amsaină wabika ashbahnă wabika nahyă wabika namûtu  wa ilaikan-nusyûr
(Ya Allah, dengan-Mu kami berada petang hari, dan dengan-Mu kami berada pada pagi hari (masuk pada pagi hari). Dengan-Mu kami hidup, dan dengan-Mu kami mati dan kepada-Mu kami kembali).
Dibaca sekali. (HR. At-Tirmidzi)
Membaca Sayyidul Istighfar
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلٰـهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkau ialah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku ialah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu saya akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan saya yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan saya mengakui dosaku. Oleh sebab itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu dia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu dia mati sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni surga.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, bekerjsama saya di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa bekerjsama Engkau ialah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan bekerjsama Muhammad 
adalah hamba dan utusan-Mu.” (dibaca 4x)


اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

Artinya:
“Ya Allah, bekerjsama saya memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, bekerjsama saya memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah saya dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah saya dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, semoga saya tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau karam dalam bumi dan lain-lain yang membuat saya jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi sumbangan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari banyak sekali maca gangguan yang datang dari banyak sekali arah.

,Bersambung ,


ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Zikir Pagi dan Petang Bagian I"

Post a Comment